PACITAN – Aroma ikan tuna yang sedang diolah menyambut rombongan Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan saat tiba di rumah produksi Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Peni, Desa Ngadirojo, Kecamatan Ngadirojo, [hari, tanggal].
Rombongan dipimpin langsung Ketua TP PKK Kabupaten Pacitan, Ibu Efi Suraningsih, didampingi Dinas Perikanan, Dinas PPKBPPPA, dan Puskesmas Ngadirojo. Tujuannya satu: melihat dari dekat bagaimana hasil laut Pacitan diolah menjadi produk bernilai tambah.
Poklahsar Peni adalah produsen tahu tuna Dewa Ruci, dan mempekerjakan warga sekitar lokasi produksi sebagai wujud pemberdayaan serta peningkatan kesejahteraan keluarga. Di dapur produksinya, peserta menyaksikan ikan tuna hasil tangkapan nelayan diolah tahap demi tahap menjadi tahu tuna, risol tuna, dan dimsum tuna.

Bagi peserta, kunjungan ini menjadi gambaran nyata bahwa hasil laut tidak harus berhenti di tempat pelelangan. Dengan kreativitas, ikan yang sama bisa berubah menjadi produk yang bernilai ekonomi, membuka lapangan kerja, dan ikut mengangkat kesejahteraan masyarakat.
Perjalanan Poklahsar Peni sendiri sejalan dengan pesan itu. Kelompok ini semula bergerak di olahan lele dan kesulitan memasarkan produknya, sebelum pada April 2013 beralih ke tuna dengan merek dagang Dewa Ruci dan mulai berkembang pesat. Kini produknya dikenal luas sebagai oleh-oleh khas Pacitan.
Kehadiran PKK bersama dinas terkait memberi makna tersendiri. Olahan ikan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal gizi keluarga. Produk yang praktis dan disukai anak-anak menjadi salah satu jalan agar konsumsi ikan di rumah tangga Pacitan terus meningkat.

